Gerak di dalam ilmu fisika
didefinisikan sebagai perubahan tempat atau kedudukan baik hanya sekali maupun
berkali-kali [1].
Di dunia sains, gerak memiliki nilai besaran skalar dan vektor. Kombinasi
dari kedua besaran tersebut dapat menjadi besaran baru yang disebut kecepatan
dan percepatan.
Gerakan pada sebuah benda umumnya dipengaruhi oleh dua jenis energi, yakni Energi
Potensial dan Energi kinetik. Berdasarkan perubahannya gerak dapat
dibagi menjadi dua jenis, gerak osilasi dan tidak berosilasi.
Ahmed Alfajri
Kamis, 24 September 2015
Minggu, 20 September 2015
Genre
musik
Dari
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Genre musik adalah pengelompokan musik sesuai dengan kemiripannya satu sama lain. Musik juga
dapat dikelompokan sesuai dengan kriteria lain, misalnya geografi. Sebuah genre dapat didefinisikan
oleh teknik musik, gaya, konteks, dan tema musik.
Daftar isi
- 1 Pengelompokan secara aliran atau gaya
Pengelompokan secara aliran atau gaya
Secara umum,
musik dikelompokkan menurut kegunaannya, yang dapat dikelompokkan dalam tiga
ranah besar, yaitu Musik Seni, Musik Populer, dan Musik Tradisional.
Musik seni (art Music)
Musik Seni
atau sering disebut juga Musik Serius dan musik-musik sejenis (musik avant
garde, kontemporer)adalah sebuah istilah pengelompokan jenis musik yang mengacu
pada teori bentuk musik Klasik Eropa atau jenis-jenis musik etnik lainnya yang
di serap atau diambil sebagai dasar komposisinya. Berbeda dengan musik Populer
atau musik masa, musik jenis ini biasanya tidak lekang dimakan waktu, sehingga
bertahan berabad-abad lamanya. Tokoh-tokoh komponis Indonesia yang menciptakan
jenis musik seperti ini antara lain: Amir Pasaribu, Tri Suci Kamal, Slamet
Abdul Syukur, Rahayu Supanggah, Otto Sidharta, Tony Prabowo, Michael Asmara, I
Wayan Sadre, Iwan Gunawan, Dody Satya E. Gustdiman dsb.
Musik klasik
Musik klasik
biasanya merujuk pada musik klasik Eropa, tapi kadang juga pada musik klasik Persia, India,
dan lain-lain. Musik klasik Eropa sendiri terdiri dari beberapa periode,
misalnya barok, klasik, dan romantik.
Musik klasik
merupakan istilah luas, biasanya mengacu pada musik yang berakar dari tradisi
kesenian Barat, musik kristiani, dan musik orkestra, mencakup periode dari
sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21.[1]
Musik klasik
Eropa dibedakan berdasarkan dari bentuk musiknya, non-Eropa dan musik populer
terutama oleh sistem notasi musiknya, yang sudah digunakan sejak abad ke-16.[2]
Notasi musik barat digunakan oleh komponis untuk memberi petunjuk kepada
pembawa musik mengenai tinggi nada, kecepatan, metrum, ritme individual, dan
pembawaan tepat suatu karya musik. Hal ini membatasi adanya praktik-praktik
seperti improvisasi dan ornamentasi ad libitum yang sering didengar pada musik
non-Eropa (bandingkan dengan musik klasik India dan musik tradisional Jepang)
maupun musik populer.
Dahulu musik
klasik di Eropa terutama digunakan untuk keperluan lagu di Gereja ataupun lagu
untuk pengiringan Raja. Sejalan dengan perkembangan, mulai juga bermunculan
musik klasik yang digunakan untuk keperluan lain, seperti misalnya musik klasik
yang menggambarkan visual secara audio, contohnya lagu Cat and Mouse yang
menggambarkan kucing mengejar tikus tau.
Musik populer
Musik
populer merupakan jenis-jenis musik yang saat ini digemari oleh masyarakat
awam. Musik jenis ini merupakan musik yang sesuai dengan keadaan zaman saat ini,
sehingga sesuai di telinga kebanyakan orang. Genre musik ini dapat ditemui di
hampir seluruh belahan dunia oleh karena sifat musiknya yang hampir bisa
diterima semua orang.
Jazz
Jazz adalah
jenis musik yang tumbuh dari penggabungan blues, ragtime, dan musik Eropa, terutama musik band. Beberapa
subgenre jazz adalah Dixieland, swing, bebop, hard bop, cool jazz, free jazz, jazz fusion, smooth jazz, dan CafJazz.
Gospel
Gospel adalah
genre yang didominasi oleh vokal dan biasanya memiliki tema Kristen. Beberapa
subgenrenya adalah contemporary gospel dan urban contemporary gospel.
Sebenarnya lagu jenis Gospel ini memiliki nuansa mirip dengan Rock n Roll (oleh
karena Rock n Roll sendiri sebenarnya merupakan fusion atau gabungan dari Rock, Jazz, dan Gospel), dahulu awalnya diperkenalkan
oleh orang-orang Kristen kulit hitam di Amerika. Beberapa contoh saat ini yang
masih benar-benar menggunakan aliran musik gospel adalah Israel
Houghton. Namun saat ini pengertian musik gospel telah meluas
menjadi genre musik rohani secara keseluruhan. Di Indonesia, musik gospel
beraliran pop dan rock banyak dipopulerkan oleh musisi seperti Franky
Sihombing, Giving My Best, Nikita, True Worshippers dan
banyak lagi.
Blues
Blues
berasal dari masyarakat Afro-Amerika yang berkembang dari musik Afrika barat. Jenis ini kemudian memengaruhi
banyak genre musik pop saat ini, termasuk ragtime, jazz, big band, rhythm and blues, rock and roll, country, dan musik pop.
Rhythm and blues
Rhythm and
blues adalah nama musik tradisional masyarakat Afro-Amerika, yaitu musik pop
kulit hitam dari tahun 1940-an sampai 1960-an yang bukan jazz atau blues.
Funk
Funk adalah
sebuah aliran musik yang mengandung unsur musik tarian Afrika-Amerika. Umumnya
musik funk dapat dikenali lewat ritme yang sering terpotong singkat, bunyi
gitar ritme yang tajam, perkusi yang dominan, pengaruh jazz yang kuat,
irama-irama yang dipengaruhi musik Afrika, serta kesan gembira yang didapati
saat mendengarnya. Akar funk dapat ditelusuri hingga jenis rhythm and blues
dari daerah Louisiana pada tahun 1960-an. Aliran musik ini terkait dekat dengan
musik soul serta jenis musik turunan lainnya seperti P-Funk dan Funk Rock.
Rock
Rock, dalam
pengertian yang paling luas, meliputi hampir semua musik pop sejak awal
1950-an. Bentuk yang paling awal, rock and roll, adalah perpaduan dari berbagai
genre di akhir 1940-an, dengan musisi-musisi seperti Chuck Berry, Bill Haley, Buddy Holly, dan Elvis Presley. Hal ini kemudian didengar oleh
orang di seluruh dunia, dan pada pertengahan 1960-an beberapa grup musik
Inggris, misalnya The
Beatles, mulai
meniru dan menjadi populer.
Musik rock
kemudian berkembang menjadi psychedelic rock, kemudian menjadi progressive rock. Beberapa band Inggris seperti The Yardbirds dan The Who kemudian berkembang menjadi hard rock, dan kemudian menjadi heavy metal. Akhir 1970-an musik punk rock mulai berkembang, dengan
kelompok-kelompok seperti The Clash, The Ramones, dan Sex Pistols. Pada tahun 1980-an, rock
berkembang terus, terutama metal berkembang menjadi hardcore, thrash metal, glam metal, death metal, black metal dan grindcore. Ada pula british rock serta underground.
Metal, hardcore
Metal
merupakan aliran musik yang lebih keras dibandingkan dengan Rock walau terdapat
juga band metal yang memiliki lagu dengan nyanyian yang terkesan slow. Genre
Metal yang dikategorikan keras dimana lagunya memiliki vocal ala scream, growl dan yang terbaru adalah pigsqueal dimana vokal ini lebih banyak digunakan di aliran hardcore, post-Hardcore, screamo, metalcore, deathcore, death metal, black metal, electronic hardcore dan lainnya. Di Indonesia sendiri
aliran band ala vokal scream ini telah banyak ditemukan tetapi masih belum bisa
diterima secara terbuka oleh masyarakat umum. Contoh band: Indonesia yaitu The
Civil Wears Monza,DESIDER, Secret Of Murder, Deadsquad, Burgerkill dll. Luar yaitu Asking Alexandria, Miss May I, The Crimson Armada, Chelsea Grin, We Butter The Bread With
Butter, dan
lainnya
Electronic
Electronic
dimulai lama sebelum ditemukannya synthesizer, dengan tape loops dan alat musik
elektronik analog pada tahun 1950-an dan 1960-an. Para pelopornya adalah John Cage, Pierre Schaeffer, dan Karlheinz
Stockhausen.
Ska, Reggae, Dub
Dari
perpaduan musik R&B dan musik tradisional mento dari Jamaika muncul ska, dan kemudian berkembang menjadi reggae dan dub.
Hip hop / Rap / Rapcore
Musik hip
hop dapat dianggap sebagai subgenre R&B. Dimulai di awal 1970-an dan
1980-an, musik ini mulanya berkembang di pantai timur AS, disebut East Coast hip hop. Pada sekitar tahun 1992, musik hip
hop dari pantai barat juga mulai terkenal dengan nama West Coast hip hop. Jenis musik ini juga dicampur
dengan heavy metal menghasilkan rapcore.
Musik pop
adalah genre penting namun batas-batasnya sering kabur, karena banyak musisi
pop dimasukkan juga ke kategori rock, hip hop, country, dsb.
Musik tradisional
Musik
tradisional adalah
musik yang hidup di masyarakat secara turun temurun, dipertahankan bukan
sebagai sarana hiburan saja, melainkan ada juga dipakai untuk pengobatan dan
ada yang menjadi suatu sarana komunikasi antara manusia dengan penciptanya, hal
ini adalah menurut kepercayaan masing-masing orang saja. Musik tradisional
merupakan perbendaharaan seni lokal di masyarakat. Musik tradisional yang ada
di Indonesia, diantaranya adalah gamelan ,angklung dan sasando. selain dari musik tradisional yang
berasal dari kebudayaan lokal, juga terdapat musik tradisional yang berasal
dari pengaruh kebudayaan luar diantaranya gambang kromong, marawis dan keroncong.
Latin
Genre musik
tradisional latin ini biasanya merujuk pada musik Amerika latin termasuk musik
dari Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Karibia. Musik latin ini memiliki subgenre
Samba.
Country
Musik
tradisional country dipengaruhi oleh blues, dan berkembang dari budaya Amerika
kulit putih, terutama di kota Nashville. Beberapa artis country awal adalah Merle Haggard dan Buck Owens.
Dangdut
Dangdut
merupakan musik yang berasal dari Indonesia.Dangdut memiliki nuansa india dan
melayu.Pada awalanya,musik ini hanya dianggap musik kelas bawah.Namun seiring
waktu,musik ini sudah dinikmati semua kalangan.
Langganan:
Postingan (Atom)