Minggu, 20 September 2015




Top of Form

Bottom of Form
Sifat Sifat Periodik Unsur

Pengelompokkan unsur-unsur seperti pada sistem periodik modern ternyata menghasilkan beberapa sifat yang berubah secara periodik. Sifat-sifat tersebut adalah jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron dan kelektronegatifan.

1.      Jari-jari atom

      Pengukuran / perhitungan jari-jari atom dilakukan dengan alat spektrograf massa.
Jari-jari atom dalah jarak inti sampai elektron terluar.
Jari-jari atom > jari-jari ion positifnya
Pada ion positif terjadi pelepasan elektron berarti pengurangan jumlah kulit (umumnya terjadi pada atom logam).
Jari-jari atom < jari-jari ion negatifnya
Pada ion negative terjadi pengikatan elektron menyebabkan lintasan terluar makin jauh dari inti (umumnya terjadi pada atom non logam)

Kecenderungan jari-jari atom dalam sistem periodik
·         Dari atas ke bawah (segolongan) cenderung bertambah.
·         Dari kiri ke kanan (seperiode) cenderung berkurang.
Makin ke bawah jumlah kulit makin banyak, sedangkan untuk unsur-unsur seperiode makin ke kanan jumlah proton bertambah jumlah elektron bertambah sedangkan jumlah kulit tetap. Hal ini mengakibatkan gaya tarik proton dalam inti terhadap elektron-elektron terluar kuat sehingga atom makin mengecil.

2.      Energi ionisasi

Energi ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepas satu elektron yang paling terluar  dari atom yang berbentuk gas.
A(g) à A+ (g) +  e–
Untuk atom-atom yang berelektron valensi banyak, dikenal :
·         Energi ionisasi pertama, A à A+  +  e–
·         Energi ionisasi kedua A+ à A2+  +  e–
·         Energi ionisasi ketiga, A2+ à A3+  +  e–
Harga energi ionisasi dinyatakan dengan kJ mol-1 atau kkal mol-1.
Energi ionisasi erat hubungannya dengan jari-jari dan kestabilan.
·         makin besar jari-jari atom makin kecil energi ionisasinya.
·         makin stabil suatu atom makin besar energi ionisasinya.

Kecenderungan energi ionisasi dalam sistem periodik
·         Dari atas ke bawah cenderung berkurang.
·         Dari kiri ke kanan cenderung bertambah

3.      Affinitas elektron

Affinitas elektron ialah energi yang dilepaskan jika atom dalam bentuk gas mengikat/ menerima satu elektron.
Y(g)  +  1e– à Y– (g)
Affinitas elektron merupakan kebalikan dari energi ionisasi. Harga affinitas elektron hanya dapat ditentukan untuk beberapa unsur saja, dan atom-atom logam cenderung hanya melepas elektron bukan menerima elektron, hal ini menyebabkan sifat keperiodikan kurang nampak.
Unsur-unsur halogen paling mudah menerima elektron karena afinitas elektronnya besar. Unsur-unsur gas mulia memiliki afinitas paling kecil sehingga sulit menerima elektron.
Secara umum :
·         Dalam satu golongan dari atas ke bawah, affinitas elektron semakin berkurang.
·         Dalam satu periode dari kiri ke kanan, affinitas elektron semakin bertambah.

4.      Keelektronegatifan

Kesulitan tentang sifat keperiodikan affinitas elektron diatasi oleh Linus Pauling dengan memperkenalkan konsep keelektronegatifan ( elektronegatifitas ).
Keelektronegatifan : Kemampuan relatif suatu atom untuk menarik elektron atom lain dalam suatu ikatan. Pauling menyusun harga keelektronegatifan atom-atom tanpa satuan. Unsur F merupakan unsur yang paling mudah menarik elektron dalam ikatan dan diberi harga keelektronegatifan 4 (merupakan standar). Unsur Fr memiliki harga keelektronegatifan paling kecil yaitu 0,7.

Kecenderungan keelektronegatifan dalam sistem periodik
·         Dari atas ke bawah (segolongan) cenderung berkurang.
·         Dari kiri ke kanan (seperiode) cenderung bertambah.

5.  Sifat Logam

Ditinjau dari konfigurasi elektron, unsur-unsur logam cenderung melepas elektron ( memiliki energi ionisasi kecil ), sedangkan unsur-unsur bukan logam cenderung menangkap elektron ( memiliki keelektronegatifan besar ). Dengan demikian dalam sistem periodik sifat-sifat logam :
·         Dari atas ke bawah (segolongan) cenderung berkurang.
·         Dari kiri ke kanan (seperiode) cenderung berkurang
           
6.  Kereaktifan

Reaktif artinya mudah bereaksi.
Unsur-unsur logam pada sistem periodik makin ke bawah makin reaktif ( makin mudah bereaksi ), sebab makin mudah melepas elektron. Misalnya kalium lebih reaktif dibanding natrium.
Unsur-unsur non logam pada sistem periodik makin ke bawah makin kurang reaktif ( makin sukar bereaksi ), karena makin sukar menangkap elektron. Misalnya fluorin lebih reaktif dibandingkan klorin.

7.  Titik Didih dan Titik Leleh

Dari kiri ke kanan titik leleh dan titik didih mula-mula naik secara bertahap dan mencapai puncaknya pada golongan IVA kemudian turun secara drastis. Titik leleh dan titik didih tertinggi dimiliki unsur golongan IVA sedangkan terendah dimiliki oleh unsur golongan VIIIA.

Bagi unsur-unsur logam dalam satu golongan, titik leleh dan titik didih makin ke bawah makin rendah. Sebaliknya bagi unsur-unsur non logam segolongan, titik leleh dan titik didih makin ke bawah makin tinggi.